Agen Bus Harga Bus Tiket Bus po Bus Cendana

Agen Bus Harga Bus Tiket Bus po Bus Cendana

Lebaran Iedul Adha kemarin saya mudik ke kampung halaman, Ponorogo. Dari Surabaya berangkat Jumat (05/12/08) sehabis Jumatan. Kembali lagi ke Surabaya Selasa (09/12/08). Pulang dan pergi naik bus. Dari Surabaya naik bus Jaya. Dari Ponorogo naik bus Patas Cendana.

Jarak antara Surabaya ke Ponorogo tidak sama dengan jarak Ponorogo ke Surabaya. Selisihnya sekitar 20 kilometer. Lho, kok bisa?

Baca Juga Informasi:Bus Cantik

Karena kalau ke arah Surabaya, di Madiun harus lewat Ring Road, melewati Asrama Haji Madiun yang bersebelahan dengan SMA 3 Madiun. Kemudian di Caruban harus lewat jalan lingkar yang di kanan-kirinya banyak sawah. Di Nganjuk juga tidak bisa lewat kota, tetapi melewati jalur di luar kota.

Perjalanan dengan bus dari Surabaya ke Ponorogo normalnya 4 jam. Dari Ponorogo ke Surabaya 4,5 jam. Tetapi yang saya alami kemarin ini benar-benar keterlaluan. Bus Patas Cendana yang harusnya dari Ponorogo ke Surabaya hanya transit di Madiun ternyata berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan penumpang baru!

Tarif yang dikenakan ke penumpang juga beragam. Dari Ponorogo ada yang dikenakan 40 ribu per orang. Sementara saya hanya ditarik 25 ribu. Itu karena saya melakukan negosiasi harga dengan kondektur sebelum naik bus. Saya mulanya ingin naik bus Restu yang terkenal suka kebut-kebutan di jalan. Tetapi tidak jadi karena pasti banyak yang merokok. Merokok di dalam bus? Dasar penumpang yang aneh!

 

Secara fisik, bus Cendana memang bisa dikategorikan ke dalam bus patas. Formasi tempat duduknya 2-2. Ber-AC dan semua kru memakai pakaian yang rapi. Tetapi ternyata selama perjalanan baru ketahuan bahwa ini adalah bus semi patas. Tarifnya tarif patas untuk sebagian penumpang. Tetapi berhenti di sembarang tempat bukan merupakan kebiasaan bus patas.Apalagi kecepatannya, jauh dari yang seharusnya. Ponorogo Surabaya ditempuh selama hampir 6 jam! Bus Jaya yang terkenal lemot pun masih kalah lemot! Bus patas yang aneh!

agen-bus-harga-bus-tiket-bus-po-bus-cendana-1

Bus Cantik

Ada kejadian unik ketika transit di Terminal Madiun. Ada sepasang muda-mudi yang masuk ke dalam bus bergandengan tangan dengan mesranya. Si cewek tampak manja menggelanyut di lengan si cowok. Sambil sesekali mencium pipi cowoknya. Kondekturpun datang menyerang. Menyodorkan 2 karcis sambil menyebutkan angka: “40 ribu, mbak!”. Setelah menerima 40 ribu, sang kondektur pergi. Eh, si mbak manja itu protes: “lho, pak, dua lho pak, dua kali 40 ribu kan 80 ribu!”. Si kondektur dengan mata berbinar-binar segera menghampiri si mbak. Menerima tambahan 40 ribu! Dasar mbak-mbak yang aneh! :mrgreen:

Selama perjalanan, TV di dalam bus menayangkan video dangdut dengan penyanyi berbaju minim dan ketat. Goyangannya erotis. Tetapi kualitas vokalnya hancur. Liriknya? Ah saya tidak faham, liriknya menggunakan bahasa Jawa Tengah atau Jawa Barat, atau jangan-jangan bahasa Banyuwangi. Pakai isun-isun. Dangdut yang aneh!

Rute Surabaya-Ponorogo

Yang aneh lagi ketika naik bus Patas Cendana dari Surabaya ke Ponorogo. Di Terminal Bus Purabaya Surabaya para makelar menarik-narik penumpang dan dibawa naik ke bus Patas Cendana. Dikatakan bahwa tarifnya tarif biasa. Orang pasti akan berfikir tarif biasa adalah 23 ribu. Naiklah mereka ke dalam bus dingin dengan formasi kursi 2-2 tersebut dengan hati gembira!

Setelah bus berjalan beberapa kilo, kondektur mulai membagikan karcis dan menarik biaya. Alangkah terkejutnya mereka yang tidak tahu bahwa tarif biasa bagi bus Patas jurusan Surabaya Ponorogo adalah 45 ribu. Sebagian besar penumpang yang merasa tertipu akan marah-marah ke kondektur. Bagi yang punya duit mungkin tidak jadi masalah. Tetapi bagi yang duitnya mepet mending langsung turun dan ganti bus biasa.

Kebiasaan menaikkan penumpang di sembarang tempat juga berlaku untuk rute ini. Rupanya ini sudah menjadi tradisi perusahaan PO Cendana Madiun. Tradisi yang aneh!

Dan jangan heran jika kemudian Anda diturunkan di Terminal Madiun dan dioper ke bus biasa. Memang begitu kebiasaan bus Patas Cendana. Padahal dengan tarif patas tersebut penumpang berhak diantar hingga kota tujuan terakhir, Ponorogo.

Ayo Lapor!

Saya yakin banyak sekali diantara penumpang yang punya pengalaman dikecewakan oleh Bus Patas Cendana. Kemarin saya sempat mencacat nomor pengaduan yang tertulis di atas dashboard. Nomornya:

Bus Cendana AE 7144 UB, bersama sopir Supriyadi (47) warga Desa Karangan, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, dan kondektur, Rasminto (47) warga Desa Margomulyo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi diamankan Polres Jombang, Kamis (27/2/2014) sore.

Pasalnya, keduanya diduga menipu penumpang dengan modus penumpang ditarik tarif kategori bus Patas namun fasilitas bus ekonomi. Meski dilengkapi pendingin udara, penumpang mengaku merasa gerah dan panas. Selain itu, diduga mereka menggunakan karcis palsu.

Pengamanan bus beserta awaknya, dilakukan ketika bus menurunkan penumpang di Stasiun KA Jombang. Saat itu petugas yang berpatroli menerima laporan penumpang, yang mengeluhkan fasilitas dan kondisi armada bus yang mencurigakan.

Disamping AC tidak berfungsi normal, lembar karcis juga aneh. Pada lembar karcis putih yang mirip fotokopian, sekadar menjelaskan tarif perjalanan. Tidak dilengkapi nomor seri maupun keterangan nama PO (perusahaan otobis). “Biasanya minimal ada keterangan nama perusahaan busnya. Ini tidak ada,” kata Fadry, penumpang asal Madiun.

Menurutnya, tarif Surabaya–Madiun, bus patas lain menarik Rp 40.000. Tapi bus Cendana ini menarik Rp 50.000. ”Kami merasa ditipu, apalagi selama perjalanan bus terasa panas, di ruang belakang malah air AC-nya bocor membasahi tempat duduk,” keluhynya.

Sopir Supriyadi bersama Rasminto, sempat berusaha membujuk petugas untuk melepas kembali. Namun, petugas tetap mengamankan keduanya bersama bus. Kasus ini oleh unit Patroli Satlantas diserahkan ke penyidik Satreskrim Polres untuk diproses, dengan dugaan melakukan penipuan.

Supriyadi membantah melakukan penipuan, karena karcis yang diberikan kepada penumpang resmi dari perusahaan (PO). ”Kami tidak tahu, dari PO Cendana sudah seperti itu. Soal tidak ada nomor seri dan tulisan PO resmi, silakan tanya ke PO,” kilahnya.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Rudi Darmawan mengaku, masih menyelidiki kasus ini. ”Beberapa saksi sudah melapor dan dimintai keterangan,” kata Rudi Darmawan.

Puluhan sopir bus trayek Ponorogo–Surabaya mogok jalan Jumat (13/6). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap perusahaan otobus (PO) Restu yang dinilai menyalahi aturan. Akibatnya, puluhan penumpang di Terminal Seloaji, Ponorogo, telantar.

 

Para sopir bus yang mayoritas dari PO Jaya dan Cendana tersebut resah karena PO Restu menggunakan dua trayek sekaligus. Perusahaan yang berkantor di Surabaya tersebut juga memberlakukan trayek daerah. Padahal, seluruh bus antarkota dalam provinsi (AKDP) hanya diperbolehkan menggunakan trayek provinsi. ’’Trayek daerah itu hanya diberlakukan dalam kondisi insidental. Misalnya, mudik Lebaran yang mengalami lonjakan penumpang,’’ kata Yudiono, salah seorang sopir bus PO Cendana, kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Menurut dia, pemberlakuan trayek daerah tersebut dianggap meresahkan. Sebab, mereka juga parkir bus di Terminal Seloaji, Ponorogo. Padahal, PO Restu seharusnya hanya boleh ngetem di Surabaya. Kondisi itu tentu menurunkan pendapatan perusahaan bus serupa di Ponorogo. Sebab, PO Restu menggunakan trayek ekonomi saat berangkat dari Ponorogo, sedangkan saat dari Surabaya berganti trayek patas. ’’Jadi, tidak hanya kami yang dirugikan, bus patas lainnya pun sama. Kalau patas, ya jangan parkir di ekonomi,’’ tegasnya.

Selain itu, mereka menyayangkan pemberlakuan tarif bawah oleh PO Restu. Padahal, bedasar kesepakatan para sopir bus, pemberlakuan tarif menggunakan batas atas. Hal itu mengingat operasional bus yang besar. Tarif atas bus ekonomi Surabaya–Ponorogo Rp 26 ribu dan tarif bawah Rp 22 ribu. Sementara itu, tarif atas patas Rp 50 ribu dan Rp 40 ribu untuk tarif bawah. ’’Ya, pastinya banyak penumpang yang memilih naik Restu,’’ paparnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Terminal Seloaji Kristanto mengakui adanya penggunakan trayek ekonomi oleh PO Restu. Dia menyatakan, penambahan trayek tersebut ditengarai sejak adanya pemberlakuan tarif baru sekitar 10 hari lalu. Pihaknya cukup sulit mengecek armada yang digunakan PO Restu untuk trayek ekonomi. Kristanto menyatakan baru mendapati satu armada yang mengubah trayek tersebut. ’’Selanjutnya akan kami perketat lagi. sebab, jika mengacu pada peraturan, tentu itu menyalahi aturan,’’ katanya.

anto menjelaskan, kendaraan pengganti harus sesuai dengan jenis yang diganti. Jika kendaraan ekonomi atau bumel, penggantinya juga harus bumel. Begitu juga trayek patas. Pihaknya menuturkan kesulitan karena yang digunakan PO Restu kebetulan armada cadangan.

Kristanto berjanji meningkatkan pengawasan pada setiap bus yang masuk. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan organda dan satker terkait untuk menentukan tarif yang diberlakukan. ’’Trayek kendaraan yang masuk akan kami cek dan juga jenis kendaraan cadangan atau tidak,’’ tegasnya.

bus cendana,

bus cendana beruang,

bus cendana madiun,

bus cendana terbakar,

bus cendana vs truk,

bus cendana surabaya ponorogo,

bus cendana patas,

bus cendana pariwisata,

bus cendana group,

bus cendana ponorogo,

pemilik bus cendana

tarif bus cendana

kecelakaan bus cendana

gambar bus cendana

foto bus cendana

sejarah bus cendana

po bus cendana

kecelakaan bus cendana di bojonegoro

bus aroma cendana citra

kecelakaan bus cendana di kalitidu

garasi bus cendana

bus cendana vs truk di bojonegoro

Diterbitkan oleh Souvenir Kantor Perusahaan

Souvenir kantor perusahaan baju sepatu seragam PDL PDH

Satu pendapat untuk “Agen Bus Harga Bus Tiket Bus po Bus Cendana

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai